images

DPRD Kab Paser Gelar RDP, Bahas Sengketa Lahan PT Saraswati dengan Warga

TANA PASER, Komisi I DPRD Paser mengelar rapat dengar pendapat(RDP) membahas terkait sengketa lahan PT Saraswati Sawit Makmur (SSM) dengan masyarakat di Desa Rantau Atas, Kecamatan Muara Samu. pada Selasa (4/10/2022). Dalam RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi I DPRD Paser H. Hendrawan Putra didampingi anggota Komisi I M. Saleh dan Hamransyah. Ketua Komisi I DPRD Paser H. Hendrawan mengatakan, sesuai dengan jadwal badan musyawarah sebelumnya dan sesuai dengan adanya surat yang masuk ke Komisi I DPRD Paser disposisi Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi ST tentang RDP antara H Muhamad Robert Saragih dengan PT Saraswati. Muhamad Robert Saragih Mengatakan ditemui usai RDP bahwa dirinya dan warga lainnya akan terus melakukan perjuangan untuk mengembalikan status kepemilikan tanah tersebut,Perjuangan ini tidak akan dihentikan sampai kapan pun, sebelum ada titik temu secara tuntas," ujarnya. "Kami berharap penyelesaian kasus yang sedang difasilitasi ini dapat segera selesai, agar tidak berlarut-larut serta menimbulkan gangguan kondusivitas di kawasan ini,agar tidak ada pihak mana pun yang dirugikan”.kata Robet Hendrawan Putra Menambahkan Terkait adanya aduan masyarakat tentang adanya sengketa lahan PT Saraswati Sawit Makmur (SSM) dengan masyarakat di Desa Rantau Atas Ia berharap dari hasil RDP ini dapat terjalin kerjasama yang baik. Untuk kesimpulan dari RDP ini dalam waktu seminggu yang akan datang akan dilakukan pengukuran, pasalnya pada tahapan formal dalam menyelesaikan permasalahan ini yakni dengan melakukan pengukuran ke lapangan. “Langkah ini telah disepakati oleh pihak BPN dan pihak yang bersengketa,” kata Hendrawan Putra, Hendrawan Putra mengatakan, usai dilakukan pengukuran, tersebut pihak terkait akan menyerahkan hasil tersebut kepada DPRD Paser. DPRD juga telah menyampaikan kepada kedua belah pihak akan ada notulen dan berita acara yang disampaikan melalui Komisi I DPRD Paser. Ia berharap iklim investasi di Paser harus kondusif. “Hal ini yang paling utama, jadi kedua belah pihak harus dapat menahan diri sesuai kesepakatan yang sudah mereka buat,” Kata Politisi Partai Demokrat itu Ia melanjutkan bahwa, jika melihat keterangan dari dua belah pihak, persoalan ini telah terjadi mulai tahun 2006 dan telah beberapa kali pertemuan di desa dan di Kecamatan. Diharapkan persoalan ini dapat segera terselesaikan, ia menegaskan akan mendesak pemerintah daerah agar persoalan ini segera terselesaikan. “Usai RDP ini dalam waktu dekat Komisi I akan melaporkan hasil Rapat Hari ini kepada Ketua DPRD Paser untuk dilaporkan Pak Bupati Paser agar segera ditindaklanjuti,”tegasnya Turut hadir juga kedua belah pihak yang bersengketa, BPN Paser serta perwakilan pemerintah daerah yaitu Sekertaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan kesejahteraan Rakyat Setda kab Paser,Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda kab Paser,Direksi Pt Saraswati,Kepala Dinas Perkebunan,Kepala Dinas Penanaman Modal,Kabag SDA,Kabag Protokol,Kapolsek Muara Samu ,Kapolsek Batu Engau,Camat Muara Samu,Camat Batu Engau,Kepala Desa Rantau atas. (humasfadyl)


TAG

Tinggalkan Komentar