• images

    DPRD Kabupaten Paser kedatangan puluhan korban Arisan Online Masyarakat yang ada di kabupaten Paser

    TANA PASER – Selasa (15/6/2021) DPRD Kabupaten Paser kedatangan puluhan korban Arisan Online Masyarakat yang ada di kabupaten Paser.Pada tanggal 09 Maret 2018 .lalu yang mana menurut mereka terindikasi bahwa Arisan Tersebut berkedok Arisan Online melalui Sosial Media Facebook Tersebut. Diruang Rapat Bapekat,Komisi I yang diketuai Hendrawan Putra memimpin Rapat Dengar Pendapat ini. Didampingi Ipda Untung Budiharso Kanit tipiter polres paser beserta Anggota DPRD yaitu, M. Saleh,Rahmadi, Ramlie S bakti dan Hamransyah . Hendrawan Putra mengatakan sesuai dengan badan musyawarah hari ini kita melaksanakan kegiatan masing-masing komisi sesuai surat yang masuk pada tanggal 20 terkait dengan kasus arisan maka kami menjadwalkan hari ini menggelar rapat dengar pendapat dengan kepolisian saya mengapresiasi kepada pihak kepolisian begitu terbuka dan menjelaskan kepada pelapor bahwa status pelaporan ini masih dalam tahap pemantauan seperti yang dijelaskan pihak kepolisian kendala dalam proses pelaporan ini bahwa terlapor sampai dengan pemanggilan ke tiga tidak pernah hadir dan Mengingat terlapor suka berpidah-pindah keluar kaltim dan tidak diketahui keberadaanya.Terdaftar arisan ini dari pihak terlapor kepada pelaku adalah mencapai sebesar ± 1 M memiliki akun yang tergabung dalam arisan tersebut mencapai 20 akun yang aktif atau tidak aktif disinyalir 7 akun tersebut fiktif atau tidak aktif . Kami akan terus memantau bagaimana kelanjutan kasus tersebut pihak dari kepolisian berjanji akan memperdalam kasus ini dengan Melakukan pemeriksaan kepada peserta lainya yang ikut dalam arisan ini dan Melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan tim ahli .sehingga nantinya akan ada penyelesaian yang terbaik dalam kasus ini,saya menghimbau kepada masyarakat yang ada di kabupaten paser agar lebih hati-hati sekali mengikuti arisan arisan yang sifatnya melalui media on line atau pun off line.kata Hendrawan Putra UMI DARSIAH menyampaikan kepada DPRD Paser bahwa ada 20 orang korban dari arisan on line ini kami mewakili korban arisan on line awal mula kami tertarik dengan arisan ini Karena memang penawaranya sangat menarik .Pada September 2017 yang menawarkan Arisan Online bernilai Rp. 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) untuk 20 orang. ketua pengelolanya adalah Sartika Desi Anggraini dengan selaku pemilik akun facebook dengan nama akun nama akun “IK SKINCARE”,, dengan metode pembayaran tunai maupun transfer Bank kepada rekening pelaku sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) per-hari dan/atau sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) per-bulan keseluruhan yang telah dikirimkan dan/atau dibayarkan kepada pelaku adalah sebesar ± Rp. 27.000.000,- (dua puluh tujuh juta rupiah). dengan ketentuan bandar/pengelola arisan dapat diawal dan/atau lebih dulu An. Sdr. JAYANTI untuk mendaftar di Boutige milik pelaku dan mengirim setiap harinya uang tunai sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah). terdaftar sebagai anggota arisan yang nama arisannya terdaftar sebagai An. Nan Ceramic. cara mengundi nama-nama yang tertulis di kertas yang sudah tergulung di dalam sebuah gelas plastic yang mana di atas gelas plastic tersebut ditutupi oleh kertas dan diikat menggunakan karet gelang, proses pengundian arisan online tersebut di lakukan melalui siaran langsung Facebook yang dilakukan pada tengah malam pada pukul 23.00 Wita – 01.00 Wita dini hari , pada bulan Maret 2018 dan Agustus 2018 Sartika Desi Anggraini menyatakan kepada umi darsiah bahwa Arisan Online tersebut telah Colaps (bangkrut) dikarenakan keuangan pelaku pada saat itu sedang down (turun). kami ingin meminta DPRD kabupaten Paser memediasi kasus Arisan ini kami sudah mengadukan arisan ini kepada polres Paser dengan no aduan Laporan Pengaduan Nomor:L.Peng/09/I/2019 tanggal 09 Januari 2019.dengan TKP di Desa Senaken Kec Tanah Grogot Kab Paser Kaltim dan Kapolda Kaltim di Balikpapan dengan terlapor Sartika Desi Anggraini dengan total kerugian 27 JT pembayaran 3jt / bulan arisan yg diikuti sekitar 20 orang tapi hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari kasus ini.kata umi Untung Budiharso Kanit tipiter polres paser Menambahkan Belum bisa melakukan klarifikasi kepada terlapor sudah di undang 3 kali tidak pernah datang dengan tujuan pemanggilan untuk menentukan tindakan pengunaan uang dari peserta arisan , di status kesengajaan , dan martabat palsu atau nama palsu dari peserta lainya serta akan memanggil peserta lain guna memperbanyak data-data yang dibutuhkan dalam membahwa Keberadaan terlapor belum di ketahui dan berpindah pindah di luar Kaltim . kami akan memperdalam kasus ini dengan Melakukan pemeriksaan kepada peserta lainya yang ikut dalam arisan ini dan Melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan tim ahli terkait setatus keperdataan atau pidana,Tutup Untung (humaspadyl)


    TAG

    Tinggalkan Komentar