images

DPRD Paser Ingin RSUD Panglima Sebaya Kejar Rumah Sakit Bali

Denpasar, Wakil Ketua DPRD Paser bersama Anggota Komisi II dan Komisi III DPRD Kab. Paser serta Direktur dan Jajaran Staf RSUD Panglima Sebaya mengunjungi RSUD Bali Mandara di Denpasar Selatan Bali, Senin (19/09) guna melakukan Kaji Banding terkait Pelayanan dan Manajemen Pengelolaan Rumah Sakit.

Fadly Imawan selaku Wakil Ketua DPRD kab. Paser menyatakan kekagumannya terhadap RSUD Bali Mandara yang menyandang status sebagai Rumah Sakit Tipe B walaupun baru 5 tahun berdiri meninggalkan RSUD Panglima Sebaya yang sudah berdiri lebih dari 10 tahun walaupun sama-sama Rumah Sakit Pelat Merah (milik pemerintah).

Fadly juga menambahkan dari segi arsitektural dan fasilitas RS Bali Mandara juga lebih lengkap dan lebih megah meskipun hanya memiliki luas lahan sepertiga dari lahan RSUD Panglima Sebaya, dan ingin RSUD Panglima Sebaya mampu untuk menyamai RSUD Bali Mandara.

“Jujur, Ketika kami tiba disini kami tidak menyangka kalau RS Bali Mandara ini merupakan RS Pelat Merah, awalnya justru saya mengira bangunan ini adalah hotel karena bangunan dan fasilitas Rumah Sakit ini sama bahkan menyaingi Rumah Sakit Swasta”, ucap Fadly

“Saya tadi mendengar bahwa RS ini belum genap 5 tahun berdiri, tapi sudah sebagus ini. Saya harap nanti bisa berbagi kiat-kiat dan rahasianya, karena RS kami sudah 10 tahun berdiri belum bisa menyamai, kalau urusan uang bangunan kami itu bernilai 400 Milyar, 2 (dua) kali lipat dari RS ini. Saya harap nantinya RSUD Panglima Sebaya mampu untuk seperti RSUD Bali Mandara”, tambah Fadly

Sebagai satu-satunya Rumah Sakit yang mampu menjadi Rumah Sakit Rujukan di Kabupaten Paser, tentunya banyak harapan masyarakat Paser agar mendapatkan pelayanan yang maksimal, dan menurut Fadly Imawan DPRD Kabupaten Paser sudah mendengarkan kebutuhan yang diminta dari RSUD Panglima Sebaya, termasuk rehabilitasi gedung yang belum pernah dipakai. Untuk itu lah DPRD kab. Paser ingin agar RSUD Panglima Sebaya mengejar RSUD Bali Mandara agar mampu menyamai Rumah Sakit Swasta, dan diharapkan dengan Kaji Banding kali ini dapat membuahkan hasil yang sesuai seperti yang diinginkan.

Menanggapi Fadly, Wakil Direktur Administrasi Sumber Daya Pendidikan dan Pelatihan RSUD Bali Mandara I Wayan Murjana mengucapkan terima kasih terhadap pujian yang diberikan dan memberikan apresiasi terhadap Gubernur Bali satu periode yang lalu I made Mangku Pastika yang berinisiatif membangun RS Bali Mandara agar masyarakat kelas menengah kebawah mampu mendapatkan fasilitas yang sama dengan Rumah Sakit Swasta.

“Kami dari awal berdiri memang sudah langsung ditetapkan sebagai RS Tipe B, dengan kapasistas 202 tempat tidur, semua ini tidak lepas dari usaha Gubernur kami yang dulu, Bapak Mangku Pastika yang menurut beliau jika biasanya masyarakat berobat di kelas 3 (tiga) itu pasti sumpek, kotor, dan kurang memadai sehingga beliau menggagas untuk membangun RS ini agar masyarakat mampu mendapatkan pelayanan terbaik walaupun di ruangan kelas 3 (tiga)”, ucapnya.

“DI Rumah Sakit kami ini sebagian besar SDMnya masih muda, bahkan yang senior pun rata-rata masih berada di usia 45 tahun, jadi bisa dimaklumi dengan SDM kami yang masih muda juga terdapat kendala dan kesulitan dalam melatih tenaga-tenaga muda ini agar mengikuti prosedur-prosedur yang berlaku”, tambah Wayan.

Pernyataan tersebut diapresiasi oleh salah satu Kepala Instalasi RSUD Panglima Sebaya yang mengatakan dengan banyaknya tenaga muda honorer dibandingkan PNS di RSUD Panglima Sebaya pada akhirnya menyebabkan kesenjangan status dan membuat pelayanan di RS menjadi tidak stabil.

Menambahkan pernyataan sebelumnya, kepala Instalasi RSUD Panglima Sebaya mengatakan bahwa yang memberdakan tipe Rumah Sakit hanyalah Bangunan dan Fasilitasnya, karena seharusnya tipe RS dan kelas ruangan apapun, pelayanan di RS haruslah tetap sama dan meminta kiat kepada RSUD Bali Mandara tentang tata kelola sistem pelayanan serta aturan yang diberlakukan agar bisa dikaji untuk memaksimalkan potensi SDM di RSUD Panglima Sebaya untuk mengurangi adanya kesenjangan status dan meningkatkan kinerja pelayanan Rumah Sakit.

Menjawab Kepala Instalasi RSUD Panglima Sebaya, Wakil Direktur Pelayanan dr. Sri Karyawati menjelaskan bahwa sampai sekarang pun pihak RSUD Bali Mandara bukannya tanpa masalah dan masih dalam tahap belajar.

“Sebenarnya di awal RS ini berdiri kami juga belum siap, bahkan ruangan kami disini juga masih ada semen dan belum dibersihkan. Namun di 6 (enam) bulan awal berdirinya Rumah Sakit ini, yang pertama kali kami lakukan adalah saling mengenal satu sama lain”, kata Sri

“Setelah itu kami mengumpulkan dokter-dokter spesialis untuk melakukan pelatihan, proses ini membantu kami untuk membangun organisasi dari nol, dan diawal itu juga kami diberikan dana hampir 200 Milyar, dan waktu kami habis untuk mengatur pengelolaan dana tersebut sehingga untuk pelayanan kami serahkan ke teman-teman di pelayanan”, tambahnya

“Untuk sistem kami yang sekarang, kami bersama-sama menbangun instalasi dengan mengangkat Kepala Instalasi dari medis dan menyerahkan sepenuhnya proses bisnis kepada instalasi, dan kami hanya bersifat sebagai fasilitator jadi instalasi lah yang mencari uang untuk Rumah Sakit ini dan tugas kami adalah mendengarkan apa yang mereka butuhkan untuk memfasilitasi”, tutup Sri. (Humas_Nanda)


TAG

Tinggalkan Komentar