• images

    Hendra Wahyudi ikuti Coffee Morning Forkopinda Kabupaten Paser

    Tana Paser, Ketua DPRD Kab. Paser Hendra Wahyudi Menghadiri  Acara coffee morning forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Paser dengan agenda antisipasi penanganan bencana terkait perubahan cuaca ekstrem badai La Nina dan pencegahan dini terhadap Covid19 gelombang ke-3 pada akhir tahun dan masa liburan. Jumat (19/11/21).

    Acara yang berlangsung di Pendopo Bupati Kab. Paser dihadiri juga oleh Komandan Kodim 0904 Paser, Kapolres Paser dan Kejari Paser. Bupati Paser Fahmi Fadli mengundang para unsur Forkopimda untuk menselaraskan antisipasi penanganan bencana terkait perubahan cuaca ekstrem badai La Nina dan pencegahan dini terhadap Covid19 gelombang ke-3 pada akhir tahun dan masa liburan. Fahmi mengatakan bahwa kejadian bencana  banjir sebelumnya di beberapa kecamatan di Kabupaten Paser yang merupakan daerah rawan terhadap bencana dimana bencana  banjir ini berpotensi terjadi pada setiap tahun.

    Dari 10 Kecamatan, ada 6 kecamatan masuk kategori risiko bencana banjir yang berarti setiap tahun selalu menjadi langganan banjir jika insentitas hujan tinggi akibat dari meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Kandilo dan anak anak sungai kandilo. Oleh karena itu saya meminta  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser untuk membuat peta rawan bencana dengan harapan agar masyarakat memahami kondisi bencana di lingkungannya serta untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat yang di daerah rawan bencana. "Perlunya kewaspadaan dan kesadaran masyarakat akan potensi bencana menjadi mutlak agar dapat meminilisir potensi korban dan kerugian pada harta dan benda". Ucap Fahmi. Selain itu juga Fahmi melaporkan bahwa untuk program vaksinasi Covid 19 masih tergolong rendah. Dari data yang saya terima berada pada angka 47.86 persen dosis pertama per hari dan 29.52 persen dosis kedua. Fahmi  meminta peran serta Kepala Desa untuk selalu mensosialisasikan program pemerintah pusat ini kepada seluruh warganya karena masih banyak warga yang tidak mau divaksin dengan berbagai alasan terutama yang merupakan penduduk di wilayah urban dan sekitarnya. Namun ada juga yang belum terjangkau vaksinasi dikarenakan berdomisili di wilayah-wilayah yang sulit diakses. Kata Fahmi. Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi juga mengatakan pada bencana banjir di Kecamatan Long Kali beberapa waktu yang lalu kita bersyukur tidak ada korban jiwa pada bencana tersebut sehingga kita bisa berkaca dari kejadian tersebut seberapa besar kemungkinan banjir yang akan terjadi.

    Seperti yang disampaikan Bapak Bupati tadi kita butuh informasi yg akurat untuk pengendalian banjir dengan adanya kajian teknis dari pemerintah. “Dari peta rawan bencana itu, kita bisa siap siaga baik itu dari segi  bantuan,  kesiapan personel dan peralatan bencana sehingga bencana tersebut bisa kita hadapi. Ada yang bisa kita cegah, ada juga yang tidak bisa, seperti gempa. Tapi, kalau kita punya kesiapsiagaan, paling tidak bisa membantu mengurangi dampak atau risiko". Ujar Hendra. Banjir yg terjadi di Kecamatan Long Kali ini berasal dari Desa Muara Pias, Sebakung dan sebagainya, sangat berbeda dari banjir yang terjadi di Kecamatan Batu Sopang sehingga perlu perhatian lebih dari kita semua. “Jika masyarakat sadar akan potensi bencana di lingkungan sekitarnya maka mereka dapat melakukan mitigasi bencana. Dalam kondisi demikian khususnya ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi sebaiknya masyarakat yang bermukim di sekitar Aliran Sungai bisa langsung melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman. Jika tinggi muka air sungai sudah mencapai level yang membahayakan segera lakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi.

    Hendra Wahyudi juga mengajak semua Unsur Forkopimda, Unsur Pemerintahan serta semua elemen dan lapisan masyarakat untuk sadar juga menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai karena dari hal kecil tersebut kita bisa meminimalisir terjadinya bencana. Terkait dengan masih kecilnya persentase vaksinasi Covid19 di Kabupaten Paser Hendra Wahyudi mendorong agar Pemerintah Daerah dapat selalu berkoordinasi dan bekerja sama dengan stakeholder seperti TNI Polri, Partai, BUMN, BUMD, Kecamatan, Kelurahan, Pemerintah Desa serta pihak Perusahaan yang ada di Kabupaten Paser ini dengan mengajak warga agar mau dengan sukarela untuk divaksin demi mencegah penyebaran virus dan yakinkan bahwa vaksinasi ini aman untuk mereka sehingga program vaksinasi Covid19 ini bisa lebih cepat terlaksana khususnya di pedesaan dan daerah yang sulit terjangkau tadi sehingga kita dapat menekan penyebaran dan mencegah Gelombang Ke -3 Virus Covid19. Harap Hendra.(humasfadyl)


    TAG

    Tinggalkan Komentar