images

kunjungan kerja ke DP2P Kota Samarinda

Samarinda,Rombongan Komisi II Dipimpin Oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Paser H.Fadly imawan,SP.MP berserta Ketua komisi II Ikhwan Antasari,S.Sos dan anggota komisi II Arlina,S.HUT,Elly Ermayanti,S.Pd , Abdul Azis,SH , Supian ,Yairus Pawe, H.Lamaludin , Aspiana,Sri Nordianti,S.Sos Melakukan kunjungan kerja (kunker) ke DP2P Kota Samarinda ,Jumat (25-06-2021) pada kunjungan tersebut rombongan dihadiri juga Kepala DP2P Kab Paser Drs. Mukhamad Khadik, M.Si beserta Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan Dan Keluarga Laily Widyaningtyas, S.Sos,M.Si kunjungan ini di terima langsung oleh Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan Dan Perlindungan Khusus Anak H. Wiyono ,S.Sos .,M.Si dan di dampingi oleh kepala UPTD PPA ( Unit Pelaksana Teknis daerah Perlindungan Perempuan Dan Anak) Kota Samarinda Violeta. Kunjungan Kerja ini bertujuan untuk mencari informasi dari DP2P kota Samarinda tentang Kebijakan Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak dalam kesempatan ini menjadi momentum yang sangat bermanfaat dalam mencari refrensi Berbagai persoalan dan kekurangan yang dimiliki DP2P kab Paser. H. Wiyono ,S.Sos .,M.Si Menyatakan Kekerasaan Seksual pada perempuan dan anak ini di tuangkan pada Permendagri No 35 Tahun 2014 Pasal 76 Huruf D dab Pasal 81 ayat 1 dan ayat 2 dan Permendagri PPA No 14 tahun 2018 tentang syarat Pembentukan Unit Pelaksana teknis dan syarat ijin lokasi DP2P memiliki UPTD PPA yang bertujuan sebagai Unit Pelaksana Tekhnis Daerah yang dibentuk Pemerintah Daerah dalam memberikan layanan bagi perempuan dan anak yang mengalami kekerasan, diskriminasi, perlindungan khusus dan masalah lainnya. Jumlah kasus selama tahun 2021 DP2P kota Samarinda menangani 57 kasus dari beberapa kategori kasus seperti Kekerasan Fisik,Psikis,Seksual atau pun penelantaran ,Disini peran penting UPTD PPA dalam melakukan tugasnya Seperti melaksanakan kegiatan tekhnis operasional baik memberikan pelayanan ,memberikan perlindungan dan melakukan pemantauan dan trauma conselling bagi perempuan dan anak korban tindak kekerasan di wilayah kerjanya dalam memberikan layanan bagi perempuan dan anak yang mengalami masalah kekerasan, diskriminasi, perlindungan khusus dan masalah lainnya. Tingkat trauma pada para korban sangat bervariasi Sesuai dalamnya tingkat kekerasan yang dialami para korban begitu juga tingkat penangananya.kata Wiyono Ikhwan antasari mengatakan Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan persoalan yang perlu diselesaikan. Kerap kali, korban kekerasan tidak menyuarakan apa yang mereka alami, baik itu kekerasan secara fisik, mental, maupun seksual. Banyak di antara korban yang kesulitan melapor atau tak berani untuk melaporkan kekerasan yang mereka alami oleh karna itu perlunya sosialisasi atau upaya lebih dari dinas terkait dalam mengsiasati masalah ini dengan cara seperti membuat aplikasi on line ,Sosialisasi kepada para orang tua memberikan edukasi agar anak bisa menjaga diri dalah hal ini upaya agar terwujudnya kesetaraan dan keadillan Gender . Sudah seharusnya penyintas atau pelapor diberikan kemudahan dalam mengadukan kasusnya sehingga bisa ditangani sesegera mungkin oleh pihak pihak terkait. Kami dari komisi II Mendorong para korban nantinya harus lebih berani dalam melaporkan kekerasan yang mereka alami Kata ikhwan Drs. Mukhamad Khadik, M.Si Mengatakan Jumlah kasus selama tahun 2021 DP2P kabupaten Paser menangani 40 kasus Pada Perempuan 20 kasus Pada Anak kasus dari beberapa kategori kasus seperti Kekerasan Fisik,Psikis,Seksual atau pun penelantaran , Kendala yang ada dikabupaten paser cukup banyak terutama masalah SDM dan Sarana Penunjang dalam Pemantauan Korban dalam hal ini kami berterimakasih kepada komisi II memberikan kami kesempatan untuk hearing dengan DP2P Kota Samarinda setelah mendengar masukan dari DP2P kota Samarinda masih banyak kekurangan yang harus dibenahi dimiliki DP2P Kabupaten Paser mestinya kami harus membenahi maka dari itu kami meminta bantuan kepada Komisi II DPRD Kabupaten Paser Seperti Oprational Anggaran ,Penambahan Fasilitas Perkantoran dan Fasilitas Rehabilitasi Perlindungan yang aman untuk korban(Sarana dan Prasarana),Serta SDM Dikarenakan untuk fasilitas baik perkantoran mau pun keamanan untuk korban sangat tidak layak dan kurang mendukung yang menurut Peraturan mentri dalam negri Republik Indonesia Permendagri PPA No 14 tahun 2018 tentang syarat ijin lokasi memang sangat tidaklayak dilihat dari kurangnya Penambahan Fasilitas Perkantoran dan Fasilitas Rehabilitasi Perlindungan yang aman untuk korban(Sarana dan Prasarana),Serta SDM,Kata Mukhamad Violeta sedikit menambahkan Berdasarkan informasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) para korban kekerasan dapat melapor melalui layanan call center Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129. Selain melapor ke layanan SAPA 129, masyarakat bisa melapor kekerasan yang dialami atau yang diketahui melalui WhatsApp di 08111129129.Layanan tersebut merupakan akses bagi masyarakat untuk melaporkan langsung kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditemui atau dialami sendiri.kata Violeta Sementara itu Menurut H.Fadly Imawan,SP.MP Seperti yang kita tahu berdasarkan bahwa 2 dari 3 anak laki-laki dan perempuan berusia 13-17 tahun pernah mengalami salah satu kekerasan dalam hidupnya, baik itu kekerasan fisik, seksual, maupun emosional. Dari segi jumlah korban mencatat rumah tangga memiliki korban kekerasan terbanyak, disusul oleh tempat yang masuk dalam kategori lainnya, sekolah, tempat kerja, dan lembaga pendidikan kilat dari jenis kekerasan yang dialami, bahwa kekerasan seksual menempati urutan pertama, disusul oleh kekerasan fisik, psikis, kekerasan yang masuk dalam kategori lainnya, penelantaran, eksploitasi dsb Oleh karna itu informasi yang kami terima sangat penting sedikit juga saya mengetahui ternyata banyak kejadian yang terjadi di kabupaten paser dalam kategori kekerasan pada perempuan dan anak ,kami akan melakukan hearing dalam waktu dekat dengan dinas dinas terkait demi menyempurnakan apa yang kami dapat dari hearing ini untuk di kelola oleh DP2P Kabupaten Paser,Tutup Fadly.(humasfadyl)


TAG

Tinggalkan Komentar