• images

    Lindungi Nelayan dan Pembudidaya Pansus II DPRD Kab. Paser menggali informasi ke Klaten dan Bantul

    Bantul, Jumat (19/11) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Ikan menjadi dasar pansus II DPRD Kab. Paser, berinisiatif membuat Raperda terkait perlindungan dan pemberdayaan pembudidaya ikan sehingga diharapkan nelayan dan pembudidaya ikan yang ada di kab. Paser mendapat jaminan perlidungan dari pemerintah.

    Dian yuniarti, Sri nordianti, Aspiana, Ramlie, Hendrawan putra, Basri, Rahmadi, Budi santoso dan Indra Pardian tergabung dalam Tim Panitia Khusus ( PANSUS ) II DPRD Kab. Paser yang mengadakan kunjungan ini.

    Ada dua tujuan Pansus II DPRD Kab. Paser yaitu Kab. Kalten dan Kab. Bantul, Kunjungan ke Kab. Klaten diterima oleh Kepala Seksi Sumber Hayati dan Usaha Perikanan Murtopo yang mana menjelaskan bahwa di Kab. Klaten sendiri tidak ada laut tetapi untuk pembudidaya ikan di daerah kami cukup banyak. Tahun ini di Klaten sendiri menyerahkan kepada 26 KWT ( Kelompok Wanita Tani ) bantuan berupa kolam terpal ( bioflok ) untuk per KWT mendapatkan masing - masing 3 Bioflok, benih ikan Lele dan Pakan sehingga bertujuan untuk meningkatkan penghasilan. diklaten sendiri mempunyai kawasan wisata yaitu Minapolitan Lele dan Minapolitan Nila sehingga kami mengarahkan untuk pembudi daya ikan di dua kawasan tersebut sehingga bisa bertahan sampai sekarang ini.

    Kunjungan ke Kab. bantul diterima oleh Kabid Kelautan dan Perikanan Istriani yang mana menjelaskan bahwa di Bantul sendiri belum memiliki raperda tentang ini tetapi dobahas langsung menjadi Rancangan Peraturan Gubernur ( Rapergub ) kaitannya tahun ini akan disahkan dan sekarang sudah berkonsultasi di kementerian. Bantul sendiri salah satu daerah hilir dari Yogjakarta, sehingga untuk sumber daya air sangat terbatas dan ada musim Bantul sendiri bisa kekurangan air, sehingga di Bantul ini lahan budidaya menggunakan air sumur dangkal dan hanya budidaya kecil – kecilan dan rumahan saja. Akhirnya minat budidaya ikan disini sangat kecil. tetapi jika terkait Kenelayanan minatnya sangat tinggi dikarenakan mendapatkan asuransi yang mana sudah dijelaskan oleh Undang – undang No. 7 Tahun 2016.

    Dian menambahkan bahwa dalam kunjungan Pansus ini dikedua daerah masing – masing mempunyai kelebihan yang mana kita bisa mendapatkan masukan untuk penyempurnaan raperda yang kita bahas nantinya sehingga betul – betul menjadi Peraturan daerah ( Perda ) yang bermanfaat bagi masyarakat paser khususnya dan kami juga berusaha menyelesaikan secepatnya dan harapannya bisa menjadi Kado pada saat hari jadi Kab. Paser ke 62,tutup dian. (humasjefry)


    TAG

    Tinggalkan Komentar