• images

    Pansus 1 membahas Raperda Tanggung Jawab Sosial Perusahaan terhadap Lingkungan di Kabupaten Paser

    Tana paser, 8/6/2021, hari ini digelar Rapat Dengar Pendapat Pansus 1 DPRD Paser, guna membahas Raperda Tanggung Jawab Sosial Perusahaan terhadap Lingkungan di Kabupaten Paser, bertempat di ruang Rapat Bapekat Sekretariat DPRD Kabupaten Paser. rapat Dipimpin Ketua Pansus 1 Raperda DPRD Paser Abdul Azis, di Ikuti Anggota Pansus Lainnya yakni, Edwin Santoso, Ahmad Rafii, Muhammad Saleh, Hamransyah. untuk Memaksimalkan Pembahasan Rancangan Perda ini, Panitia Khusus DPRD Kabupaten Paser Memanggil para OPD Terkait serta Pucuk Pimpinan Perusahaan yang ada di Kabupaten Paser, adapun perusahaan yang Hadir Pt Kideco Jaya Agung, PT Trasindo,PT Petrosea dan lain lainnya. sementara dari Pihak Eksecutive hadir Asisten perekonomian, Dinas Perkebunan, Kabag Hukum Pemkab Paser, Dinas Penanaman Modal, Bapedda, dan lain lain yang terkait dalam pembahasan ini. asisten Perekonommian Mengatakan, bahwa Peran serta Perusahaan ini sangatlah penting, CSR ini harus mendukung program Prioritas Pembangunan Daerah. Diharapkan nantinya jika Perda yang kita Bahas hari ini sudah di sahkan hal ini bisa mengikat Rekan Rekan Perusahaan untuk berkontribusi. Dan Menurut Hamransyah, kami ingin Raperda kita ini jika sudah berlaku hal ini harus kita implementasikan dan kami ingin Efeknya langsung terasa Kemasyarrakat untuk kualitas hidup masyarakat yang lebih baik dan semua bisa menikmatinya, harapan kami tentunya dengan banyaknya perusahaan yang ada dikabupaten Paser ini sinergisitas Pembangunan kita juga semakin terasa dampaknya, dan CSR Perusahaan tidak selalu berkantor di Bappeda, tutur hamran,, dan saleh kembali mengingatkan bahwa perusahaan jangan hanya berkantor di Pusat namun wajib berkantor di Ibukota Kabupaten dalam hal ini yaitu tanah grogot untuk mempermudah pengawasan kami,, sementara Edwin sedikit mengkritisi bahwa kepada Minimarket seperti indomaret dan Alfamidi agar mempermudah masuknya produk produk UMKM, agar sektor Ekonomi kerakyatan bisa mampu tampil kedepan sesuai dengan Nawa cita Menteri Kepariwisataan. Sementara Rafi Sangat Menyesalkan Perusahaan Perusahaan yang tidak hadir dalam pembahasan hari ini artinya apakah mereka masih punya niat untuk bersinergi dalam kemajua Daerah, adapun penyaluran CSR ini tepat sasaran contoh di daerah pesisir yang sangat memerlukan sarana air Bersih, terkait keberadaan indomaret dan alfamidi harus tau mengapa pemerintah mengatur jam buka nya yakni jam 9 dan tutupnya jam 22 00, karena pemerintah kita ingin juga memberi ruang kepada warung warung lokal untuk tetap beroperasi, kami himbau agar pemilik minimarket tersebut bisa berkerjasama. Ketua Forum CSR Suryanto Mengatakan bahwa perusahaan wajib mengikuti Perda yang nanti akan ditertibkan Pemerintah Kabuoaten Paser tidak usaha melakukan perdebatan terlalu banyak yang penting bagaimana kita ikut serta mengambil peran dalam tim pemerintah dan Tim Pansus, memang kita tidak bisa 100 persen tapi paling tidak peran kita itu terukur sesuai dengan kemampuan perusahaan itu sendiri, tidak usah mencari celah sekecil apapun untu menhindar... Perlu diingat kita sekarang berdomisili dikabupaten paser wajib rasanya kita bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dengan baik dan benar apalagi sudah Paerda yang mengatur, ujar Suryanto. Kepada Humas DPRD Abdul azis Mengatakan, bahwa dari Undangan yang kita sebar hadir sekitar 80 persen, harapan kami dengan di sahkannya Raperda ini mudah mudahan mampu membawa dampak untuk Kabupaten Paser terutama daerah daerah yang berada di Ring terdekat dari Perusahaan itu beroperasi, tentunya Hasil Bumi yang mereka ambil dari Kabupaten Paser ini, Rakyat Kabupaten Paser Bisa juga merasakan Dampaknya bagi kesejahteraan Mereka, tutup Azis.(humasisma)


    TAG

    Tinggalkan Komentar