• images

    Pansus III gali Raperda Baca tulis Al-Quran Ke Kabupaten Banjar

    (Martapura. 11/06/2021) Kunjungan Pansus Raperda III Dihari Kedua Jum’at Tanggal 11 Juni 2021 ke Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar diterima oleh Plt. Kadisdik Kabupaten Banjar Liana Penny, Plt. Sekretaris H.Makmur, Kabid Paud Jahriah,H.Husaini Pengawas Sekolah, H.Rusdi Pengawas, Sakti Nugroho Kasi Sarana Paud dan Dikmas. Ketua Pansus Raperda III Muhammad Jarnawi beserta anggota pansus Ikhwan Antasari ,Supian,Sutarno,H.Lamaludin, Yairus Pawe,H.Fathur Rahman, Eva Sanjaya. Ketua Komisi II Ikhwan Antasari mewakili Ketua Pansus Raperda III Muhammad Jarnawi menyampaikan Maksud dan Tujuan Kunjungan kerja Pansus Raperda III terkait di Draft Raperda tentang Baca tulis dan menghafal Al-Qur’an yang kami buat perlu adanya referensi dan bahan kajian lebih lanjut guna penyempurnaan Raperda Baca Tulis dan Menghafal Al-Qur’an yang kami susun saat ini, poin utama nya antara lain mengenai insentif guru mengaji/tenaga pengajar baik itu formal maupun non formal, hafalan surah-surah Al-Qur’an.
    22:18
    Plt. Kadis Pendidikan menjelaskan di Kabupaten Banjar terdapat 44 sekolah Paud, 469 Sekolah Dasar, 132 SMP tersebar di 20 Kecamatan, belum temasuk Pondok Pesanten. Perda No. 4 Tahun 2004 tentang khatam Al’Qur’an Bagi Peserta Didik pada pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Secara lengkap Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Banjar nomor 4 tahun 2004 berisi berisi tentang khatam Al-Qur’an bagi peserta didik pada pendidikan dasar dan menengah di kabupaten Banjar. Secara definitif perda ini merumuskan beberapa pengertian seperti: khatam Al-Qur’an, ilmu tajwid, menulis Al-Qur’an, sahadah, sertifikat atau Surat Tanda Khatam Al-Qur’an. Berdasarkan dokumen tersebut, yang dimaksud dengan khatam Al-Qur’an adalah berhasilnya seseorang menyelesaikan membaca Al Qur’an dengan ilmu Taj’wid dari Juz Pertama sampai dengan Juz Tiga Puluh dan mampu menulis huruf-huruf Al-Qur’an dengan baik dan benar. Ilmu Tajwid adalah Ilmu yang digunakan untuk mengetahui, memahami bagaimana melafadzkan dan membunyikan huruf Al Qur’an dengan baik dan benar. Menulis Al-Qur’an dengan benar adalah menulis huruf Al-Quran berdasarkan kaedah penulisan AlQur’an yang benar. Sertifikat/Sahadah adalah Surat Tanda Khatam Al-Qur’an (STKhQ) yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Pejabat yang berwenang atau yang ditunjuk untuk itu, diberikan terhadap prestasi baca tulis Al-Qur’an berdasarkan jenjang pendidikan setelah lulus ujian khatam Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh sekolah.12 Maksud dan tujuan khatam Al-Qur’an sebagaimana dinyatakan pada Bab II pasal 2, adalah untuk memberikan motivasi kepada setiap peserta didik yang beragama Islam untuk belajar membaca dan menulis huruf Al Qur’an secara baik, dan bertujuan agar setiap peserta didik dapat membaca dengan fasih, menulis, memahami, menghayati serta mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an. Pada praktek implementasinya setiap sekolah Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah mewajibkan kemampuan Baca Tulis AlQur’an dan Khatam Al-Qur’an terhadap setiap peserta didik yang beragama Islam, dan tidak 12Peraturan Daerah (perda) Kabupaten Banjar nomor 4 tahun 2004, Bab I, pasal 1. diwajibkan kepada siswa yang tidak beragama Islam. Setiap peserta didik yang akan menyelesaikan pendidikannya dalam suatu jenjang pendidikan diwajibkan memiliki kemampuan baca tulis Al-Qur’an dan khatam Al-Qur’an. Dalam praktek proses belajar mengajar, pemerintah kabupaten Banjar mewajibkan kepada peserta didiknya untuk membaca Al-Qur’an secara bersama-sama setiap hari selama 5 menit sebelum pelajaran dimulai dan 5 menit setelah pelajaran berakhir. Alokasi waktu 5 (lima) menit sebelum dan 5 (lima) menit sesudah pembelajaran tersebut, dilaksanakan dengan tidak mengurangi alokasi waktu jam pelajaran dari mata pelajaran. Hal ini dapat dilakukan dengan cara misalnya sebelum bel masuk sekolah dipercepat 5 (lima) menit dan 5 (lima) menit sesudah bel pulang sekolah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari administrasi pembelajaran yang harus dicatat oleh guru atau pihak sekolah. Penanggungjawab pelaksana penyelenggara pendidikan baca tulis Al-Qur’an di sekolah adalah Kepala Sekolah dibantu guru Agama Islam dan guru bidang study lainnya yang beragama Islam. Penyelenggaraan pendidikan baca tulis Al-Qur’an di sekolah dilaksanakan dengan tidak mengurangi dan mengganggu jumlah jam dan proses pembelajaran bidang studi lainnya. Oleh karena itu ditempuh beberapa pendekatan, yakni: bagi jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), dapat dengan mengintegrasikan pembelajaran baca-tulis Al-Qur’an ke dalam materi muatan pembelajaran lokal, dan bagi jenjang sekolah menengah atas (SMA/SMK/MA) dapat dilakukan dengan mengalokasikan waktu tambahan diluar alokasi waktu pembelajaran yang ditetapkan, misalnya ekstrakulikuler. Pihak sekolah/pengajar dapat menerapkan berbagai metode, teknik dan strategi pembelajaran sesuai dengan kemampuan dan perkembangan berbagai metode teknik dan strategi yang ada. Untuk membuktikan kemampuan baca tulis Al-Qur’an dan khatam Al-Qur’an bagi peserta didik, harus menjalani evaluasi dengan ujian syafahi dan tahriri (ujian lisan dan tertulis). Bagi peserta didik yang sudah memiliki kemampuan baca tulis Al-Qur’an dan telah khatam Al-Qur’an akan diberikan sertifikat sebagai tanda pengakuan dan bukti terhadap prestasi baca tulis Al-Qur’an. Kewajiban memiliki kemampuan baca tulis Al-Qur’an dan khatam Al-Qur’an disesuaikan dengan jenjang pendidikan seorang anak. Bagi peserta didik yang akan menyelesaikan pendidikan tingkat SD/MI diwajibkan memiliki kemampuan membaca, menulis Al-Qur’an dan khatam Al-Qur’an serta hafal 10 (sepuluh) surah pendek. Bagi peserta didik yang akan menyelesaikan pendidikan tingkat SMP/ MTS diwajibkan memiliki kemampuan membaca, menulis Al-Qur’an dan khatam Al Qur’an serta hafal 22 (dua puluh dua) surah pendek. Bagi Peserta didik yang akan menyelesaikan pendidikan tingkat SMU/MA/SMK diwajibkan memiliki kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an dengan benar, berdasarkan ilmu tajwid dan khatam Al-Qur’an ditambah hafal 28 (dua puluh delapan) surah pendek. Pemberian insentif bagi guru mengaji menurut penjelasan Kabid PAUD Ibu Jahriah bahwa Kabupaten Banjar memberikan 100 ribu per orang, adapun jumlah ustadz/ustadzah Al Banjari 490 orang, BKPRMI 2955 orang, Madrasah Diniyah 1003 orang, beberapa pesanteren bekerjasama dengan Dinas Pendidikan 1202 orang.(humasromy)

    TAG

    Tinggalkan Komentar