• images

    Pansus III Kunjungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kutai Kartanegara

    Tana Paser, Jumat ( 10/09/21 ) PANSUS III DPRD Kab. Paser yang di Ketuai Oleh Jarnawi , didampingi anggota pansus Eva sanjaya, Yairus Pawe, Sutarno, Faturrahman, Ikhwan antasari, Supian, Lamaludin, Noverie dan hadir pula Wakil ketua DPRD Fadly Imawan mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kutai Kartanegara dalam rangka menggali informasi tentang Raperda yang di bahas di kab. Paser.

     

    Turut hadir juga dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kab. Paser. Diterima oleh Kabid Kebudayaan Irianto, Kasi purbakala, kasi sejarah dan kasi peserta didik. Jarnawi mejelaskan maksud dan tujuan kunjungan ke dinas pendidikan dan kebudayaan Kab. Tenggarong dalam rangka sharing tentang Pansus inisiatif DPRD yaitu perlindungan dan kelestarian adat Budaya Paser dan Tentang Baca tulis Al qur’an, karena Kutai Kartanegara sudah lebih awal mempunyai Perda tentang Adat dan Budaya, maka dari itu kami berinisiatif untuk bertukar pikiran dan sharing mengenai Raperda yang kami buat ini di mana kedepan kab. Paser sendiri akan menjadi Penyangga Ibu Kota Negara dan kita tidak ingin adat dan kebudayaan Paser kita hilang. 

     

    Menyangkut Raperda tentang Pendidikan baca tulis dan Menghafal Al Qur’an yang mana keinginan kami suatu keharusan mulai dari usia dini sehingga harapan kedepan tidak ada lagi yang tidak bisa membaca al Quran di Kab. Paser dan harapannya melahirkan penghapal – penghapal Al Quran di Bumi Daya Taka. Mencakup Lembaga Adat Paser, Bahasa dan Perlindungan adat yaitu situs – situs sejarah yang mulai sudah tidak diperhatikan dan dengan adanya raperda ini kami harapkan bisa mendapakan perlindungan yang baik nantinya.

     

    Perda Kebudayaan di kutai Kartanegara sudah di mulai pada tahun 2016 yang mana bentuk perlindungan khasanah kebudayaan yang kita miliki ini ujar irianto, untuk saat ini di Kutai Kartanegara ini mempunyai 190 cagar budaya dan memiliki 2 museum yaitu Museum kayu tentang kayu terdapat jenis – jenis kayu sedangkan museum mulawarman menampilkan asal muasal berdirinya kerajaan mulawarman. Ilianto menjelaskan bahwa dikukar ini sudah ada Perbup no 24 tahun 2016 tentang “ Gerakan etam mengaji “ dan pada tahun 2021 ini ditetapkan yaitu Tentang pembelajaran dan Pembiasaan yang mana targetnya seluruh anak usia sekolah yaitu usia SD sampai SMP harus bisa membaca Al Qur’an ,dan disini sudah berjalan, sementara untuk anggaran baru diusulkan juga dengan Anggota DPRD Kab.Kukar dengan Persyaratan 1 Guru minimal mengajarkan 20 Murid sehingga bisa diberikan tunjangan.

     

    Diakhir pembahasan ini Fadly imawan menyampaikan ucapan terima kasih dalam pembahasan ini sangat menarik dan banyak sekali pencerahan untuk raperda yang akan kami susun nantinya. (humasjefry)


    TAG

    Tinggalkan Komentar