• images

    KOMISI 3 DPRD Paser Panggil Manajemen PT. Muaratoyu Subur Lestari

    Komisi 3 DPRD Kab. Paser kembali menggelar RDP (Rapat Dengar Pendapat) bersama Manajemen Direksi PT. Muaratoyu Subur Lestari (MSL) terkait laporan Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPL) adanya dugaan pelanggaran hukum karena adanya pembuangan limbah cair dari pabrik kelapa sawit secara langsung ke anak sungai yang berhubungan langsung ke Sungai Besar Telake Kecamatan Long Kali diruang rapat Bapekat DPRD Paser, Rabu (29/9/2021). Wakil Ketua Komisi 3 Basri Mansur mengatakan menggelar RDP ini terkait adanya kembali pelaporan dari pihak AMPL mengenai pencemaran limbah yang dilakukan oleh PT. MSL dan telah mencemari sungai telake dan perlu diketahui bahwa kami dari DPRD Paser khususnya Komisi 3 telah melaksanakan sidak pada tahun 2020 yang lalu dan dari hasil sidak kami memang menemukan ada salah satu titik dimana di area pabrik pengolahan kelapa sawit tersebut terdapat saluran pembuangan/drainase yang diduga menjadi sumber masalah dan kami memberikan teguran serta rekomendasi kepada Pihak Perusahaan melalui DLH yang ikut mendampingi kami pada saat itu untuk melakukan penutupan pintu air dan melakukan perbaikan agar aliran air yang diduga limbah sawit tersebut tidak kembali mencemari sungai telake apalagi jika telah masuk musim penghujan dan kepada pihak DLH kami meminta agar melakukan pengawasan yang ketat tidak hanya kepada PT. MSL tetapi juga kepada semua Perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Paser dan kami juga meminta kepada pihak PT. MSL agar bisa menjelaskan serta mengklarifikasi isu “Koper” yang beredar di masyarakat mengenai hasil sidak kami waktu itu. Tegas Basri. Roni Ihsan perwakilan dari PT. MSL menjelaskan bahwa setelah sidak yang dilakukan beberapa waktu yang lalu dan mendapatkan teguran dan rekomendasi dari DLH, kami dari manajemen PT. MSL langsung melakukan perbaikan serta menata kembali apa yang menjadi rekomendasi dari DLH Paser yaitu kelengkapan dokumen, pembuatan drainase air hujan dengan air cucian lantai pabrik secara terpisah, membuat talang hujan di area pabrik, segera memperbaiki sistem drainase pabrik dan pada saat itu kami di beri waktu tiga bulan dan sudah kami laksanakan dan selesai pada Bulan Desember 2020 dan ada Berita Acara Serah Terima dari pihak kontraktor dan mengenai isu yang berkembang mengenai kabar bahwa adanya pemberian apapun itu bentuknya dari PT. MSL kepada DPRD Paser disini saya tegaskan bahwa itu tidak benar dan hanya isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan tanpa adanya bukti pendukung. Jelas Roni. Diakhir rapat, Komisi 3 DPRD Paser memberikan kembali rekomendasi kepada PT. MSL apa yang menjadi keluhan dan laporan AMPL ini agar dapat kembali disikapi dengan bijak oleh pihak perusahaan dan jangan lupa agar tanggungjawab CSR perusahaan kepada masyarakat selalu bisa ditingkatkan dan kepada DLH Paser agar dapat melakukan pengawasan dan memberihan arahan kembali kepada PT. MSL dan jika rekomendasi ini telah dilaksanakan agar semua bisa ditembuskan ke DPRD Paser hasil dari rekomendasi kami ini. RDP ini dihadir oleh Wakil Ketua Komisi 3 Basri Mansur, Anggota Komisi 3 Ahmad Rafi’I, Fathur Rahman dan Budi Santoso serta dihadiri oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Paser Ina Rosana, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Paser, Dinas Perkebunan Kab. Paser dan Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPL) Zulfani.(humasagus)


    TAG

    Tinggalkan Komentar