Ketua Komisi III DPRD Paser, Abdul Azis, Wakil Ketua Komisi II Basri Mansur dan anggota DPRD Paser Regina Febiola menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas penggunan Inovasi dan Riset pada masyarakat, Rabu (26/08/2026).
Kegiatan digelar Badan Kemitraan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Hotel Kriyad Sadurengas, menghadirkan pembicara anggota DPR RI Dapil Kaltim DR Hetifah Sjaifudian melalui zoom dan Dr Hengki Muladiy dari Mitra BRIN.
Kegiatan diikuti pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan penerima manfaat PKH, tiga anggota DPRD Paser
mengapresiasi kegiatan inovasi digital bagi pendamping dan penerima manfaat PKH.
Sementara, Wakil Ketua Komisi II Basri Mansur saat memberikan sambutan menyoroti persoalan pendataan penerima PKH yang dinilai masih menjadi kelemahan pemerintah khususnya di Kabupaten Paser.
Basri mengatakan banyak warga yang mengeluh karena tidak terdaftar sebagai penerima manfaat PKH. Karena itu diharapkan pemerintah perlu melakukan verifikasi dan validasi data penerima bantuan secara berkala agar perubahan kondisi ekonomi masyarakat dapat segera tercatat.
“Saat kami turun ke desa maupun kegiata RDP, keluhan penerima PKH selalu menjadi laporan warga. Satu contoh di Desa Tepian Batang, ada warga status janda dan tiga anak dengan kondisi rumah yang memprihatinkan dan hanya berjualan es keliling, ternyata tidak terdata dalam program PKH. Sementara ada warga status mampu, justru terdata sebagai penerima PKH, ,” kata Basri.
Lemahnya data saat ini lanjut Basri menimbulkan keluhan di tengah masyarakat karena bantuan tidak diterima oleh kelompok yang seharusnya menjadi sasaran. (humas dprd)
Bedah Isi Raperda PKT, Pansus I Gelar RDP


